Archive for May, 2007

Life is EaSY..

Monday, May 7th, 2007

* Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke
dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia
mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara
kebiasaan yang baik.

* Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang
yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.

Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga
bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.

Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil
ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja. *

* Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat c anti k.

Ibu menjawab: "Mengapa?

Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kec anti kan sangatlah mudah, hanya perlu tidak
marah-marah.

* Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.

Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu
tetap akan tumbuh dengan subur.

Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin
bekerja.

* Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab:
"Cari di rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada yang menjawab: "Cari di
rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:
"Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput
sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala
sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

* Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir
jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."

Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."

Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan
menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.

* Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan
dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan
gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"

Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan
memiliki secukupnya saja. *

Membaca Kemalangan

Wednesday, May 2nd, 2007

Ini kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di ladangnya. Suatu hari
kudanya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua datang
mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata, "Oh, petani tua. Sungguh
malang nasibmu."

Sang petani pun menjawab, "Mungkin saja."

Keesokan harinya, kuda itu kembali, bersama tiga kuda liar lainnya. "Sungguh
menakjubkan. Betapa beruntungnya nasibmu," seru tetangganya.

Sang petani menjawab, "Mungkin saja."

Hari berikutnya, anak si petani tua mencoba menaiki salah satu kuda yang
masih liar itu. Sang anak terlempar dari punggung kuda yang belum jinak itu.
Kakinya patah. Mendengar ini, tetangganya datang mengunjunginya untuk
memberi simpati atas kemalangannya, "Oh, petani tua. Betapa malang nasibmu."

Lagi-lagi sang petani menjawab, "Mungkin saja."

Keesokan harinya, seorang pejabat militer datang ke desa dan menyerukan
kewajiban bagi setiap pemuda untuk berperang membela negara. Mengetahui
bahwa kaki anak laki-lakinya patah, pejabat militer itu pun melewatinya.
Para tetangga pun memberi selamat kepada si petani tua atas keberuntungan
nasibnya.

Sang petani tua pun menjawab, "Mungkin saja."

Cerita yang menggugah bukan? Nasib baik dan buruk sebenarnya tergantung dari
cara kita memandangnya. Sepanjang kita bersyukur, tidak pernah ada yang
buruk yang datang dari-Nya. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Quran
[2]:216).