Ujaaann..
November 29th, 2007 by zuperabHaduh,kok hujan yah..
Padahal tadi sore ga ujan lho..
Seriuss…
Hmmmm….haduh,kok tahu2 pake mati lampu segala….
Hiyaaaaaaaaaaaa kabbuuuurrrrrr……
Besok sambung lagi lah…
*ngibriiittt……
Haduh,kok hujan yah..
Padahal tadi sore ga ujan lho..
Seriuss…
Hmmmm….haduh,kok tahu2 pake mati lampu segala….
Hiyaaaaaaaaaaaa kabbuuuurrrrrr……
Besok sambung lagi lah…
*ngibriiittt……
* Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke
dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia
mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara
kebiasaan yang baik.
* Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang
yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.
Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga
bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.
Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil
ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja. *
* Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat c anti k.
Ibu menjawab: "Mengapa?
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kec anti kan sangatlah mudah, hanya perlu tidak
marah-marah.
* Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu
tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin
bekerja.
* Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab:
"Cari di rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada yang menjawab: "Cari di
rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:
"Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput
sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala
sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
* Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir
jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan
menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.
* Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan
dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan
gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"
Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan
memiliki secukupnya saja. *
Ini kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di ladangnya. Suatu hari
kudanya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua datang
mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata, "Oh, petani tua. Sungguh
malang nasibmu."
Sang petani pun menjawab, "Mungkin saja."
Keesokan harinya, kuda itu kembali, bersama tiga kuda liar lainnya. "Sungguh
menakjubkan. Betapa beruntungnya nasibmu," seru tetangganya.
Sang petani menjawab, "Mungkin saja."
Hari berikutnya, anak si petani tua mencoba menaiki salah satu kuda yang
masih liar itu. Sang anak terlempar dari punggung kuda yang belum jinak itu.
Kakinya patah. Mendengar ini, tetangganya datang mengunjunginya untuk
memberi simpati atas kemalangannya, "Oh, petani tua. Betapa malang nasibmu."
Lagi-lagi sang petani menjawab, "Mungkin saja."
Keesokan harinya, seorang pejabat militer datang ke desa dan menyerukan
kewajiban bagi setiap pemuda untuk berperang membela negara. Mengetahui
bahwa kaki anak laki-lakinya patah, pejabat militer itu pun melewatinya.
Para tetangga pun memberi selamat kepada si petani tua atas keberuntungan
nasibnya.
Sang petani tua pun menjawab, "Mungkin saja."
Cerita yang menggugah bukan? Nasib baik dan buruk sebenarnya tergantung dari
cara kita memandangnya. Sepanjang kita bersyukur, tidak pernah ada yang
buruk yang datang dari-Nya. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Quran
[2]:216).
SELF ESTEEM,SELF CONFIDENCE, PRIDE
Dua orang lelaki yang datang bertamu ke rumah seorang bijak tertegun keheranan. Mereka melihat si orang bijak sedang bekerja keras. Ia mengangkut air dalam ember kemudian menyikat lantai rumahnya. Keringatnya deras bercucuran. Menyaksikan keganjilan ini salah seorang lelaki ini bertanya, ”Apakah yang sedang engkau lakukan hai orang bijak?”
Orang bijak menjawab, ”Tadi aku kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat kepadaku. Aku memberikan banyak nasihat yang sangat bermanfaat bagi mereka. Merekapun tampak puas dan bahagia mendengar semua perkataanku. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang hebat. Kesombonganku mulai bermunculan. Karena itu, aku melakukan pekerjaan ini untuk membunuh perasaan sombongku itu.
”
Para pembaca yang budiman, sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua yang benih-benihnya sering muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong sering disebabkan karena faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih cantik, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong sering disebabkan faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, lebih bijaksana dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong sering disebabkan faktor kebaikan. Kita seringkali menganggap diri kita lebih berakhlak, lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan ini, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi akan sangat mudah terlihat tetapi sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih yang halus di dalam hati kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Pada tataran yang wajar, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Namun, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Bahkan, seringkali batas antara bangga dan sombong tak terlalu jelas.
Diri kita sebenarnya terdiri atas dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan diri sejati di lain kutub. Pada saat dilahirkan ke dunia, kita sepenuhnya berada dalam kutub diri sejati, kita lahir dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Kita sama sekali bebas dari materi apapun. Tetapi, seiPOST http://blogs.www.friendster.com/t/app/weblog/post HTTP/1.0ring dengan berjalannya waktu, kita mulai memiliki berbagai kebutuhan materi. Bahkan, lebih dari sekedar yang kita butuhkan dalam hidup, kelima indra kita selalu mengatakan bahwa kita membutuhkan yang lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup seringkali mengantarkan kita menuju kutub ego. Perjalanan inilah yang memperkenalkan kita kepada kesombongan, kerakusan, serta iri dan dengki. Ketiga sifat ini adalah akar segala permasalahan yang terjadi dalam sejarah umat manusia.
Perjuangan melawan kesombongan sebenarnya adalah perjuangan menarik diri kita ke kutub diri sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya ada dua perubahan paradigma yang perlu Anda lakukan. Pertama, Anda perlu menyadari bahwa hakikat manusia adalah diri sejati, kita bukanlah makhluk fisik tetapi makhluk spiritual.
Diri sejati kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah syarat kita untuk hidup di dunia. Kita lahir tanpa membawa apa-apa, dan kita mati pun tanpa membawa apa-apa. Pandangan seperti ini akan membuat Anda melihat siapapun sebagai manusia yang sama. Anda tidak akan lagi tertipu oleh penampilan, kecantikan, dan segala ”tampak luar” yang lain. Yang kini Anda lihat adalah ”tampak dalam.” Pandangan seperti ini sudah pasti akan menjauhkan Anda dari berbagai kesombongan.
Kedua, Anda perlu menyadari bahwa apapun perbuatan baik yang Anda lakukan, semuanya itu semata-mata adalah untuk diri Anda sendiri. Anda menolong orang untuk kebaikan Anda sendiri. Anda memberikan sesuatu kepada orang lain adalah untuk Anda sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi: Energi yang Anda berikan kepada dunia tak akan pernah hilang. Energi itu akan kembali kepada Anda dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang Anda lakukan pasti akan kembali kepada Anda dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, perasaan bermakna maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik pada orang lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apalagi yang harus kita sombongkan?
Itulah sepenggal nama yang begitu menggelitik, sebuah nama yang tidak sengaja terucap…
Terucap sekitar 3 tahun yang lalu, oleh seorang teman lamaku nun jauh di Jawa Timur sana…
Baru sekarang kusadari makna sebenarnya dari nama tersebut…
Joko Kabur Kanginan, mengisahkan seorang pemuda yang masih mencari jati dirinya, masih terpengaruh oleh keadaan disekitarnya, masih terombang ambing arus angin yang menerpanya, tanpa bisa tegas menentukan kemanan arah hidupnya akan ditentukan..
Mungkin diantara kita masih ada yang menjadi Joko Kabur Kanginan,hal itu baik jika lingkungan di sekitar kita baik, karena secara tidak langsung pribadi kita terbentuk dengan hal-hal yang baik..
tapi bagaimana jika lingkungan kita biasa, atau bahkan lingkungan yang tidak baik…
Silakan anda simpulkan sendiri makna dari cerita diatas…
Yang jelas,menjadi apa diri kita tergantung anda sendiri…
It’s time to change your live..
Seperti kata Aa’..
Mulai dari diri sendiri..
Mulai dari yang kecil-kecil..
Mulai dari sekarang…
Betul tidak… :p
Dimana ada Kemauan, Disitu kita bikin jalan..
Hope Success comes to You All…
Siang yang begitu panas dan menegangkan..
Seruak degup jantung yang memburu…
serta Tetes peluh keringat tiada henti mengucur dari sela pori2 kulit..
Suasana ruangan yang tadinya gaduh tiba2 menjadi sunyi senyap..
dan dimulailah "Sidang" Jum’at yang berbahagia :p
Akhirnya…
Setelah penantian yang begitu lama, kelar juga sidangnya…
Selamat ya friend, akhirnya jadi ST jg, hehehe…
So, jadi juga kita wisuda bareng :p
Amiiiiennn…
“Preek”, kata2 yang kuingat terakhir kali…
Kata2 yang terucap jika sesuatu terjadi, dan sesuatu itu adalah garing…
Aku tidak tau jelas apa artinya, namun yang jelas kata2 itu emang ga ada artinya, membingungkan ya?? :p
What a boring day…
There are same things all day..
Kuingin lari ke hutan kemudian menariku..
Pecahkan saja gelasnya,,,biar ramai…
Biar mengaduh sampai gaduh….
Bwakakakaka…. :p
In the next 10 days..
It will be a hard day…
Doa kan saya ya…
Semoga berhasil….
Berapa umur anda saat ini? 25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun… Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda? Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.
Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll. Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor. Tak terasa, siang menjemput…”Waktunya istirahat..makan-makan..” Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat diatas kepala. Panas betul hari ini…
Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja…Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat…
Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar… Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah. Dinamis sekali kehidupan ini.
Waktunya makan malam tiba. Sang istri atau mungkin Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. “Ohh..ada sop ayam”. “Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali”. Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.
Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi. Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan. Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas…sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas. Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa… Kehidupan adalah … dll.
Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani. Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda ?
Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda ?
Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput hanya anda korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?
Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi. Hanya Tuhanlah yang tahu…
Pandanglah di sekeliling kita…ada segelintir orang yang membutuhkan kita.
Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama…… Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.
Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah. Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.
Finally friday afterrnoon lagiiii…
Holle…hollleee…Besok Libul,senin juga,aduh senengna
Setelah sekia lama ternyata,yang ditunggu datang jg,jatah bulananku ternyata datang pula sore ini,melengkapi kebahagiaan di sore ini… Besok insya4JJI bakal foto2,makan2 juga,smoga ja benar2 terwujud!! :p Bayangkan aja,2 orang temenku Ulang tahun di hari yang sama,pas hari itu kita pergi bareng,wajar donk besok gratisan,hehehehe….
Happy B’day mY FriEnd,,,
WisH You All de besT…
–TiarMissYou–